Terminologi Dari Sistem Operasi
User/Pemakai Komputer memasukan program ke sistem yang disebut
dengan Job.
ð
Job,
adalah
serangkaian aktifitas yang diperlukan untuk melaksanakan suatu perkerjaan.
Suatu Job dapat dibuat atas beberapa Job-Step (Unit Kerja)
ð
Job-Step,
adalah
suatu unit kerja yang harus dikerjakan berurutan, seperti compile, load,
execute.
Sistem
Operasi ditinjau dari Segi PROSES
Sistem
Operasi, terdiri dari sekumpulan program untuk suatu resources (memori).
Bagaimana hubungan antara program2 baik selama proses berjalan dan
kapan program tersebut harus dipergunakan ?.
Ada
3 Kondisi utama dalam proses Sistem Operasi.
1. RUN,
adalah
proses yang sudah dipilih oleh prosesor dan program2 nya sedang
berjalan.
2. WAIT,
adalah
proses yang sedang menunggu yang dikarenakan adanya event/kejadian
3. READY,
adalah
proses dalam kondisi yang siap dilaksana kan/ready, akan tetapi jumlah proses
lebih banyak dari jumlah prosesor sehingga proses tersebut harus menunggu
giliran untuk diproses (Ready to Run)
Kondisi lain;
1. SUBMIT,
adalah
kondisi dimana pemakai/user memasukan suatu JOB kedalam sistem, dan sistem
tersebut harus memberikan suatu respon.
2. HOLD,
adalah
kondisi dimana Job dimasukan telah dikonversikan kedalam bentuk yang “readable”
(yang dapat dibaca oleh mesin).
Tetapi tidak ada resources yang dialokasikan untuk job tersebut, sehingga untuk
ke kondisi berikutnya harus dialokasikan terlebih dahulu.
3. COMPLETE,
adalah
kondisi dimana prosesor telah menyelesaikan proses komputasi dan semua resource
sudah dikembalikan.
Bentuk Skema Sistem Operasi ditinjau dari segi Proses :

Perkembangan
Sistem Operasi
ð Job
by Job Processing (tahap demi tahap)
(1951 s/d 1956).
Proses
pengolahan data/program yang dilakukan secara bertahap oleh sistem, dan
operator selalu berhubungan dengan sistem sekaligus merangkap sebagai
programmernya, dikarenakan Run-Time dan meneliti kesahan (debugging) memakan
waktu yang cukup lama.
ð Early
Batch Processing (pengelompokan)
tahun 1956-an
Adalah
proses pengolahan data/program kedalam sistem yang dilaksanakan secara
pengelompokan sesuai dengan job/program oleh user.
ð Executive
System (1958-an),
Adalah
proses pengolahan program yang dapat mengatur sendiri (tata laksana), sistem
ini diletakan secara permanen di dalam memori.
ð MultiprogrammingOperating
System (1964-an),
Adalah
proses pengolahan program yang dapat dipergunakan sekaligus secara bersama oleh
suatu sistem operasi, hal ini dilakukan untuk effesiensi program/job yang ada.
ð Comperhensive
Information Management dan Timesharing Data Managemen atau Filling System –
1965
Adalah
proses pengolahan data/program yang dikembang kan dengan menggunakan Manajemen Data dan
Sistem File, yang dapat interaksi langsung dari pemakai/user dengan
teknik pembagian waktu/Timesharing.
ð Virtual
stroge dan Virtual Machine – 1970
ð Fungsi
dasar Sistem Operasi ditempatkan pada kernel, beberapa task Sistem Operasi
ditempatkan pada proses sistem
ð Semua
proses menggunakan kernel dan secara bersamaan meng gunakan semua sumber daya
sistem
ð Hierarchical;
level tertentu dapat minta pelayanan pada
level yang lebih rendah, tetapi tak dapat minta pada level yang lebih tinggi.

Sisetm Operasi pada level kernel
ð Level
1, Processor Management lower
Level tentang sinkronisasi process scheduling
ð Level
2, Memory Management tentang
alokasi dan relasi memory.
ð Level
3, Processor Management upper
lever create, destory proses send, reccive message antara proses start dan stop
proses
ð Level
4, Device Management ,
mencatat status I/O schedule
ð Level
5, Information Management, create
, open, close, read, dan write file
Metode Operasi dan Mode akses
ð Multiprosesing,
jika dua prosesor atau lebih berada pada
sistem komputer
ð Multiprogramming,
Prosesor melayani banyak pemakai
ð Multitasking,
sejumlah program (tataolah) yang telah
disiapkan untuk diolah oleh prosesor namun belum sempat dijadwalkan untuk di
proseses.
ð Pemrosesan
Batc, Pekerjaan/job tidak diproses sampai
diinput semua
ð Remote
job entry (entri pekerjaan jarak jauh), adalah
pemrosesan batc, dimana pekerjaan dimasukan pada terminal yang jauh (remote)
ð Komputasi
interaktif, jika komputer dan pemakai terminal
dapat ber kumunikasi satu sama lain
ð Mode
konversasional, adalah operasi komputer interaktif.
ð Multi
akses, adalah fasilitas interaktif untuk
lebih dari satu pemakai.
ð Time-sharing,
adalah waktu prosesor dibagi menjadi
unit-unit kecil (time slices) yang
diberikan kepada pemakai “multi akses”
ð Sistem
real-time, adalah sistem komputer yang mampu
memproses data begitu cepat sehingga hasilnya bisa digunakan untuk mempengaruhi
aktivitas yang saat itu sedang terjadi.
Pelayanan
Sistem Opersi.
1.
Program Execution
(program pelaksana)
Untuk
memungkinkan proses loading (pemasukan program dan data) ke dalam memori dan
dijalankan (Running), sehingga programmer cukup mudah untuk menjalankan.
2.
Input – Output
Operation
Digunakan
untuk menjalankan program dengan bantuan I/O Device, seperti:
-
Request Device (
pemintaan peralatan)
-
Release Device (
Mengeluarkan peralatan)
-
Read (Baca) -
Write (Tulis)
3.
Manipulasi System
File
Untuk
memudahkan programmer, pemakai/user untuk bekerja, seperti;
- Create -
Delete
-
Open - Close
- Up-date -
dll
4.
Error Detection (deteksi
kesalahan)
Untuk
pelacakan, mencari kesalahan terdapat terjadi di dalam Prosesor atau Memori
5.
Allocation Resource
(Alokasi memori)
Digunakan
pd saat terdapat banyak program/Job yang hrs diselesaikan pd saat yang
bersamaan, shg diperlukan adanya alokasi/penjatahan resource untuk setiap
program/job tersebut.
6.
Protection(
perlindungan)
Untuk
perlindungan data/informasi, yg terdapat dlm memori agar masing2 tdk
saling mempengaruhi program dan data, walaupun berlainan.
Sistem
Operasi di Tinjau dari Resource Manager.
1. Processor
Management (Pengelolaan Prosesor)
2. Memory
Management (Pengelolaan Memori)
3. Device
Management (Pengelolaan Device)
4. Information
Management (Pengelolaan Informasi)


No comments:
Post a Comment